Keamanan7 menit baca
Cara Mendeteksi dan Menghindari Penipuan Phishing Email
Ditulis oleh: DustMail Editorial TeamDitinjau oleh: DustMail Editorial TeamDiterbitkan: Terakhir ditinjau: Kebijakan editorial
Phishing lewat email masih menjadi cara paling umum bagi penjahat siber untuk mencuri kata sandi, identitas, dan uang. Pelaku menyamar sebagai lembaga tepercaya — bank, jasa kurir, layanan cloud — lalu mendorong Anda bertindak terburu-buru.
Tanda-tanda email phishing
- Alamat pengirim tidak cocok: nama tampilan tertulis "Dukungan Bank", tetapi alamat aslinya berasal dari domain asing.
- Tekanan waktu dan ancaman: peringatan bahwa akun akan diblokir atau permintaan memperbarui data dalam hitungan jam.
- Tautan mencurigakan: saat kursor diarahkan ke tautan, tujuannya ternyata situs yang sama sekali berbeda.
Cara melindungi diri
- Periksa tautan lebih dulu: jangan mengeklik sebelum Anda membaca seluruh alamat tujuannya.
- Jangan buka lampiran tak terduga: arsip dan berkas yang bisa dieksekusi dapat memasang malware.
- Aktifkan autentikasi dua faktor: menambah pertahanan jika kata sandi dicuri, tetapi tidak menjamin akun tak dapat diakses.
- Lindungi kotak masuk utama: pakai email sementara untuk pendaftaran yang tidak penting.
Solusi DustMail
DustMail mengurangi paparan alamat utama saat mendaftar, tetapi tidak menghapus risiko kebocoran atau phishing.
Sumber
Lindungi kotak masuk Anda dari phishing dan spam
Kurangi paparan alamat utama dengan DustMail; ini bukan jaminan terhadap phishing.
Buat email sementara →